Langsung ke konten utama

Miscellaneous Web Resources

Maaf ya kawan, untuk judulnya saya bingung mau dijudulin apa. Paling nggak maksud dari judul di atas adalah penggunaan sumber lain untuk melakukan pengumpulan informasi.

1. Search engine selain Google.
Selain menggunakan Google dalam pengumpulan data, kita bisa menggunakan beberapa search engine lain. Karena masing-masing search engine tentunya memiliki keunggulan dan karakteristik tersendiri dalam mengumpulkan dan menampilkan data. Mungkin teman2 bisa berkunjung ke link di bawah ini:


2. Netcraft
Netcraft merupakan salah satu aplikasi untuk melakukan internet monitoring yang berbasis di Bradford-on-Avon, Inggris. Aplikasi ini dapat menampilkan informasi mengenai web server yang digunakan, termasuk jenis OS, versi web server, dan lain-lain. Teman-teman bisa mengunjungi link berikut:

http://searchdns.netcraft.com/

3. Pemeriksaan Whois
Apa itu Whois? Whois adalah fasilitas yang di gunakan untuk melihat registrasi sebuah domain yang sudah terdaftar. Jadi, melalui aplikasi Whois, kita dapat mengetahui data-data pemilik sebuah domain. Lalu dimana kita bisa menggunakan aplikasi Whois?

Gampang kok, biasanya para penedia jasa domain dan hosting sudah menyediakan aplikasi whois tersebut. Di BackTrack juga tersedia aplikasi Whois. Caranya tinggal ketik sintaks pada aplikasi terminal:


whois <host/domain>


Setelah tombol enter di tekan, maka aplikasi akan request data ke database InterNIC dan menampilkan semua informasi yang berhubungan dengan domain/IP yang di-request.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DNS Spoofing

DNS Spoofing adalah salah satu metode hacking Man In The Middle Attack (MITM). Hampir sama konsepnya dengan ARP Spoofing, tapi yang membedakan adalah Attacker akan memalsukan alamat IP dari sebuah domain. DNS adalah Domain Name Server, yaitu server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu host lewat host name-nya. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya. Namun bagi manusia tidak mungkin menghafalkan IP address tersebut, manusia lebih mudah menghapalkan kata-kata seperti www.yahoo.com, www.google.com, atau www.facebook.com. DNS berfungsi untuk mengkonversi nama yang bisa terbaca oleh manusia ke dalam IP addresshost yang bersangkutan untuk dihubungi. Jadi ketika target melakukan request terhadap sebuah alamat domain dengan alamat IP A, dengan DNS Spoofing, oleh gateway request user tersebut akan di forward ke alamat IP palsu dari attacker. Oke, saatnya kita kita mencoba melakukan DNS Spoofing dengan menggunakan aplikasi

ARP Spoofing (Soft Way)

Jika artikel saya sebelumnya mencoba menjelaskan langkah-langkah melakukan ARP Spoofing dengan cara konvensional tanpa bantuan tools khusus (istilah lebay nya hard way ), kali ini saya akan mencoba lagi berbagi cara melakukan ARP Spoofing dengan menggunakan tool ARP Spoofing yaitu Ettercap. ARP Spoofing adalah sebuah teknik penyadapan oleh pihak ketiga yang dilakukan dalam sebuah jaringan LAN. Dengan metode tersebut,  attacker  dapat menyadap transmisi, modifikasi trafik, hingga menghentikan trafik komunikasi antar dua mesin yang terhubung dalam satu jaringan lokal (LAN).

Remote Shell Memanfaatkan Buffer Overflow Exploitation

Pada artikel Belajar Metode Fuzzing dengan SPIKE - Automasi Fuzzing , kita telah mengetahui bug  pada aplikasi vulnserver dengan mentode fuzzing. Salah satu bug pada aplikasi tersebut adalah ketika kita mengirimkan perintah TRUN dan diikuti karakter-karakter tertentu yang pada akhirnya mengakibatkan vulnserver mengalami crash atau access violation. Menurut Mati Aharoni (founder Backtrack), sebelum melakukan exploit terhadap bugs dari buffer overflow exploitation kita harus mempelajari bagaimana aplikasi tersebut mengalami crash dan memahaminya dengan lebih baik. Ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab: